Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Desember 2019•Update: 11 Desember 2019
Atila Altuntas
STOCKHOLM
Jurnalis Swedia Christina Doctare mengembalikan Hadiah Nobel yang diterimanya pada 1988 ke Akademi Kerajaan Swedia pada Selasa sebagai bentuk protes terhadap pemberian penghargaan sastra 2019 kepada penulis Austria Peter Handke.
Doctare, yang menerima hadiah sebagai anggota pasukan penjaga perdamaian PBB, menuduh Handke menyangkal genosida Bosnia 1995.
Handke, 77, dianugerahi Hadiah Nobel Sastra, meskipun dikenal dengan dukungan terbukanya untuk mantan pemimpin Serbia Slobodan Milosevic, yang meninggal dalam tahanan di pengadilan kejahatan perang PBB di Den Haag pada 2006.
Dia juga mengklaim bahwa Muslim Bosnia di Sarajevo membunuh diri mereka sendiri dan menambahkan bahwa dia tidak pernah percaya bahwa Serbia telah melakukan genosida di Srebrenica.
Doctare juga berbicara selama aksi protes di Ibu Kota Stockholm untuk menentang penghargaan Handke.
"Saya dulu bangga dengan Akademi Swedia, tetapi yang saya rasakan sekarang adalah rasa malu dan bersalah," ujar dia.
Doctare mengatakan dia menyaksikan pembantaian Bosnia 27 tahun yang lalu dan mengembalikan hadiahnya untuk menentang keputusan Komite Nobel memberikan penghargaan kepada Handke.