Elena Teslova
07 Juli 2021•Update: 07 Juli 2021
Handan Kazanci, Elena Teslova
ISTANBUL/MOSKOW
Puing-puing pesawat AN-26 yang hilang pagi ini di wilayah Kamchatka Timur Jauh, Rusia, ditemukan dekat bandara di mana pesawat itu seharusnya mendarat pada Selasa.
Otoritas menemukan puing-puing sekitar lima kilometer dari bandara di pemukiman Palana dan tidak ada laporan tentang korban selamat.
Pihak berwenang mengatakan pesawat yang membawa 29 orang itu menabrak sebuah bukit.
Pesawat itu awalnya diduga jatuh ke laut dan sejumlah kapal dikirim ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Dua helikopter dan satu pesawat penyelamat juga dikerahkan, bersama dengan sekelompok penyelamat di darat.
Laporan terbaru menyatakan pesawat pecah menjadi dua bagian, dengan satu jatuh ke laut dan satu lagi di darat.
Menurut Kantor Kejaksaan Transportasi Timur Jauh, pesawat Kamchatka Aviation Enterprise sedang dalam perjalanan ke Palana dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky ketika hilang.
Maskapai mengatakan pesawat dalam kondisi baik sebelum penerbangan.
Laporan awal menunjukkan bahwa pesawat tidak merespons tepat waktu untuk sesi komunikasi yang dijadwalkan dan koneksi terputus ketika jaraknya 10 kilometer dari bandara Palana.
Menurut Kantor Kejaksaan, ada enam anggota awak dan 23 penumpang di dalamnya, kebanyakan dari mereka adalah penduduk Palana, termasuk kepala permukiman Olga Mokhireva dan sejumlah pejabat lokal lainnya.
Badan Transportasi Federal Rusia (Rosaviation) mengatakan pesawat itu terbang dalam kondisi cuaca yang sulit, yang mungkin menyebabkan kecelakaan.
Kesalahan pilot juga dipertimbangkan sebagai kemungkinan penyebab lainnya.
Peramal cuaca mengonfirmasi adanya awan yang menutupi rute pesawat pada ketinggian 300-600 meter, meskipun visibilitas horizontal tetap baik dan kekuatan angin lemah.
AN-26 yang hilang mulai digunakan pada 1982 dan dijadwalkan untuk pensiun pada 30 Agustus 2021.
Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin telah memerintahkan pembentukan komisi untuk menyelidiki insiden tersebut.
Komite Investigasi Timur Jauh juga telah membuka kasus pidana atas kemungkinan pelanggaran aturan keselamatan transportasi.