Rıskı Ramadhan
10 April 2018•Update: 11 April 2018
Tayfun Salci
LONDON
Yulia Skripal, putri mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal pada Selasa dilaporkan telah keluar dari rumah sakit setelah dirawat lebih dari satu bulan akibat serangan zat saraf di kota Salisbury, Inggris.
Rumah Sakit Distrik Salisbury dalam sebuah pernyataan mengatakan, Yulia Skripal telah keluar dari rumah sakit namun pengobatannya masih akan terus berlanjut.
Sementara itu, keadaan Ayah Yulia, Sergei Skripal semakin membaik dan dapat keluar dari rumah sakit dalam waktu dekat, kata pernyataan tersebut.
Mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal, dihukum di negaranya ketika terungkap bekerja untuk badan intelijen Inggris MI6. Dia kemudian datang ke Inggris sebagai bagian dari pertukaran mata-mata.
Sergei Skripal dan putrinya ditemukan tidak sadarkan diri di kota Salisbury pada 4 Maret lalu.
Inggris mengumumkan bahwa telah dipastikan serangan tersebut dilakukan dengan zat kimia militer yang mempengaruhi sistem saraf, dan diduga diproduksi oleh Rusia.
Zat tersebut dinyatakan termasuk dalam kelompok kimia "Novichok" yang dikembangkan oleh Uni Soviet pada tahun 1970-an dan 1980-an.
Pasca insiden tersebut, Inggris mengusir 23 diplomat Rusia dan membuat banyak negara ikut mengusir sejumlah diplomat Rusia.
Rusia mengambil langkah yang sama dengan mengusir diplomat negara-negara itu.