ANKARA
Duta besar Qatar untuk Turkey mengabaikan kekhawatiran mengenai hubungan pertahanan antara Doha dan Ankara ditengah ketegangan antar negara Teluk.
Dalam wawancara ekslusif dengan Anadolu Agency, Salem bin Mubarak mengatakan Qatar dapat tetap bertahan ditengah pemblokiran oleh Arab Saudi, Mesir, Uni Emrirat Arab (UEA) dan Bahrain.
“Tidak ada alasan mengkhawatirkan hubungan pertahanan kami dengan Turki,” kata diplomat tersebut.
“Tidak ada yang berhak ikut campur atau mengomentari hubungan itu,” tekannya. “Masalah itu terkait kedaulatan negara dan tidak usah dibesar-besarkan.”
Qatar diguncang oleh blokade sejak bulan lalu yang diterapkan oleh empat negara tersebut serta Yemen, yang menuduh Doha campur tangan dalam urusan domestik mereka dan mendukung kelompok teror.
Pemerintah Qatar membantah keras tuduhan tersebut dan mengatakan blokade itu adalah pelanggaran hukum internasional.
Turki berjanji akan mendukung Qatar dan menyerukan agar Arab Saudi menghentikan sanksi-sanksi terhadap Qatar.
Bulan lalu, parlemen Turki mengesahkan dua rencana mengirim pasukan ke Qatar dan melatih pasukan mereka.
Pangkalan militer
Dubes Qatar berpendapat seruan empat negara tersebut yang mendorong Doha untuk menutup pangkalan Turki di Qatar sebagai “tidak logis”.
“Meskipun pengeluaran pertahanan beberapa negara sama besarnya dengan kekuatan nuklir, mereka tidak sanggup menghadapi masalah-masalah keamanan dengan sendirinya dan mencari bantuan sekutu,” katanya.
“Mereka [negara-negara yang memblokir] malah meminta kami memotong hubungan pertahanan dengan Turki, yang tidak masuk akal,” jelas Salem.
Diplomat itu mengatakan Qatar memiliki kerjasama pertahanan dengan beberapa negara di wilayah tersebut dan juga di sekeliling dunia.
“Kami tidak melihat alasan kenapa kami tidak bisa menjalin kerjasama pertahanan dengan Turki,” katanya.
“Sebaliknya, kondisi regional membutuhkan kami untuk membina kerjasama intensif dan efektik dalam hal tersebut.”
Dubes Qatar menjelaskan bahwa hubungan negaranya dengan Turki dalam hal pertahanan “sangat baik”.
“Kedua negara ini berniat memperkuat kerjasama tersebut,” katanya.
Salem mengatakan kooperasi antara Qatar dan negara-negara sahabat lainnya “bertujuan meningkatkan kapabilitas Qatar” dengan pandangan “memelihara keamanan nasional dan memerangi terorisme”.
Memaksakan perwalian
Utusan Qatar itu mengatakan posisi AS pada awal krisis Teluk sebagai “bingung”.
“Kedudukan itu sekarang makin seimbang,” katanya. “Washington menolak langkah-langkah pemblokiran dan meminta negara-negara tersebut mengajukan tuntutan yang realistis dan masuk akal.”
Salem menggambarkan hubungan Qatar-AS sebagai “kuat dan dapat bertahan melalui cobaan”.
Qatar adalah rumah Pangkalan Udara al-Udeid yang menjadi markas militer Central Command AS dan Pasukan Udara AS. Sekitar 10,000 anggota militer AS ditempatkan di al-Udeid.
Utusan Qatar itu percaya pemblokiran tersebut bertujuan memberikan hak negara-negara lain untuk mengawasi Qatar.
“Kami, seperti negara-negara lain, bingung mengenai alasan dibalik blokade yang kemudian menimbulkan krisis ini,” katanya.
“Terdapat banyak klaim berseliweran di media, namun semua saling bertentangan,” lanjutnya.
Salem mengatakan Qatar bisa bertahan melalui blokade oleh empat negara Arab tersebut.
Pemblokiran itu “mengajarkan Qatar pentingnya diversifikasi hubungan perdagangan, ekonomi dan politik”.
Ia mengatakan adanya krisis tersebut sebaliknya malah mencoreng citra negara-negara yang menimbulkan ketegangan di Teluk.
“Hal ini juga menghalang upaya memerangi terorisme dan ektremisme di wilayah kami dan mengakibatkan kericuhan internal yang hanya bertujuan memperkuat musuh kami,” katanya.
Dubes Qatar mengatakan negaranya “memenangi pertempuran moral dan diplomatic” terhadap negara-negara blokade.
news_share_descriptionsubscription_contact
