Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Februari 2019•Update: 28 Februari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Ribuan pemuda migran melaporkan pelecehan yang dialami saat berada di tahanan Amerika Serikat, menurut dokumen yang dirilis oleh kantor perwakilan Ted Deutch, Selasa.
Secara keseluruhan, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) menerima lebih dari 4.500 pengaduan pelecehan seksual dari anak di bawah umur tanpa pendamping dari November 2014 hingga September 2018.
Lebih dari 1.300 kasus tersebut dilaporkan ke Departemen Kehakiman untuk penyelidikan lebih lanjut.
Dokumen tersebut dirilis sebagai tanggapan atas permintaan Komite Kehakiman DPR AS pada Januari.
"Dokumen-dokumen HHS ini merinci sejumlah besar pelecehan seksual terhadap anak-anak yang tidak didampingi dalam tahanan mereka," kata Deutch, ketua komite, dalam sebuah pernyataan.
"Dengan jumlah dugaan setiap tahun yang secara kasar dirinci menjadi satu serangan seksual per minggu selama tiga tahun terakhir, jelas Administrasi ini tidak layak untuk menjaga agar anak-anak ini tetap aman di dalam tahanan mereka," tambahnya.
Pengungkapan itu dilakukan setelah Presiden Donald Trump menggunakan pendekatan garis keras untuk urusan imigrasi, termasuk dorongan nol toleransi yang mengakibatkan pemisahan anak-anak migran dari orang tua mereka.
Ribuan anak telah dipisahkan sebelum pemerintah kemudian dipaksa untuk merevisi kebijakannya untuk memungkinkan orang tua ditahan bersama anak-anak mereka sementara mereka menunggu proses hukum.
Sebuah dokumen yang dirilis oleh kantor Deutch melaporkan tentang 178 tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh staf dewasa di pusat-pusat penahanan.
Tuduhan itu termasuk meraba-raba, mencium, hubungan dengan anak di bawah umur dan kekerasan seksual verbal.
HHS mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah rilis dokumen bahwa perawatan anak di bawah umur adalah perhatian utama mereka.
"Setiap tempat penampungan yang dijalankan oleh penerima bantuan kami dilisensikan oleh masing-masing negara bagian untuk layanan penitipan anak. Selain standar ketat lainnya yang diberlakukan oleh Kantor Pemukiman Kembali Pengungsi (ORR) di Administrasi HHS untuk Anak-anak dan Keluarga, pemeriksaan latar belakang semua karyawan fasilitas adalah wajib," kata juru bicara Caitlin Oakley dalam sebuah pernyataan.