Maria Elisa Hospita
26 Agustus 2019•Update: 27 Agustus 2019
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Ribuan orang berunjuk rasa di Kota Peshawar, barat laut Pakistan, pada Minggu untuk mengekspresikan solidaritas dengan orang-orang Kashmir setelah India mencabut status quo wilayah tersebut.
Unjuk rasa yang diorganisir oleh Jamaat-e-Islami, salah satu partai Islam terbesar di negara itu, adalah yang terbaru dalam serangkaian demonstrasi sejak 5 Agustus, ketika New Delhi mencabut Pasal 370 Konstitusi India.
Para demonstran membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan mendukung unifikasi Kashmir dengan Pakistan dan untuk kemerdekaannya dari India.
"Hari ini, orang-orang Kashmir yang tidak berdosa mencari bantuan dari umat Islam, tetapi beberapa negara Islam justru memberi penghormatan tertinggi mereka ke perdana menteri India," kata Sirajul Haq, kepala Jamaat-e-Islami.
Pernyataannya merujuk kepada Uni Emirat Arab (UEA) yang menganugerahi PM India "Orde Zayed", penghargaan warga sipil tertinggi yang diberikan oleh pemerintah UEA, selama kunjungannya baru-baru ini.
Dia mengkritik PBB karena tidak mengambil langkah-langkah praktis untuk menghentikan pemerintah India melakukan tindakan ilegal di Kashmir.
Haq mengapresiasi pemerintah dan rakyat Turki, serta Bangladesh, Afghanistan dan Palestina karena turut berunjuk rasa menyatakan solidaritas mereka untuk rakyat Kashmir.
Dia juga memperingatkan bahwa partainya tidak akan tinggal diam jika pasukan India melancarkan kekerasan terhadap orang-orang Kashmir di wilayah yang dikelola India.
India dan Pakistan sama-sama mengelola sebagian wilayah Kashmir, tetapi keduanya mengklaimnya secara penuh.
Menurut beberapa kelompok hak asasi manusia, ribuan orang telah tewas akibat konflik di wilayah tersebut sejak 1989.