Astudestra Ajengrastrı
27 Februari 2018•Update: 28 Februari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Rusia memveto sebuah draft resolusi Dewan Keamanan PBB pada Senin. Draft ini sedianya akan menegur Iran yang dinilai gagal menghalangi persenjataan mereka mencapai Yaman, melanggar embargo senjata dari PBB dan menimbulkan reaksi keras dari AS.
Total, sebanyak 11 negara mendukung resolusi yang digagas oleh Inggris ini, dengan Tiongkok dan Kazakhstan abstain. Hanya Bolivia yang memvoting melawan resolusi ini, sebelum Rusia menggunakan hak veto untuk menghalangi draft tersebut dilanjutkan. Sebelumnya, draft lain yang juga mengecam Irak juga digagalkan karena Moskow meminta revisi.
"Rusia sudah berulang kali menghentikan Dewan Keamanan untuk menindak aksi barbar Rezim Bashar al-Assad di Suriah. Hari ini, Rusia melindungi rezim pendukung teroris di Iran," ujar utusan AS untuk PBB, Nikki Haley, melalui sebuah pernyataan.
"Jika Rusia hendak menggunakan hak veto mereka untuk menghalangi sanksi terhadap perilaku Iran yang berbahaya, maka AS dan rekan-rekan kami akan mengambil langkah melawan Iran yang tak bisa dihentikan Rusia," Haley memperingatkan.
Sebagai pembelaan, Rusia bersikukuh tak bisa menyetujui draft resolusi yang "tak pelak lagi akan meningkatkan tensi regional".
"Situasi di Yaman lebih rumit ketimbang yang kerap diberitakan," ujar Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia. "Pemilihan kata-kata dalam draft yang dibuat Inggris itu berbahaya dan menimbulkan kerusuhan."
Washington sebelumnya telah menuduh Iran menyuplai persenjataan kepada pemberontak Houthi di Yaman, termasuk rudal darat yang diketahui pernah dipakai untuk menyerang kelompok-kelompok yang didukung Arab Saudi dalam melawan militan.
Panel Ahli di Dewan Keamanan PBB juga telah menetapkan bahwa senjata-senjata yang berasal dari Iran masuk ke Yaman setelah embargo PBB berlaku, dan Teheran dianggap gagal mencegah rudal balistik, perlengkapan militer dan pesawat-pesawat nirawak tersebut berpindah tangan ke Yaman.
Rusia juga membuat resolusi tandingan yang tidak menyebutkan Iran secara terang-terangan namun meminta perpanjangan masa embargo ke Yaman. Langkah tersebut disetujui oleh forum dengan suara bulat.
*Betul Yuruk berkontribusi untuk laporan ini dari PBB