Muhammad Abdullah Azzam
19 Juli 2019•Update: 19 Juli 2019
Burak Karacaoğlu, Levent Tok, Eşref Musa, Selen Temizer
IDLIB
Selain memberikan dukungan melalui serangan udara, Rusia juga mendukung pasukan darat rezim Bashar Al-Assad dalam peperangan melawan kelompok oposisi di Zona De-eskalasi Idlib.
Rusia terus mendukung rezim Assad dalam perang saudara di Suriah dengan dalih memerangi organisasi teroris Daesh sejak September 2015.
Meski pemerintah Moskow membantah melancarkan serangan udara, namun jet tempur dan pasukan darat Rusia diketahui terlibat dalam operasi melawan kelompok oposisi di barisan pasukan Assad di Idlib.
"Pasukan khusus Rusia juga terlibat dalam bentrokan baru-baru ini di wilayah pedesaan utara Hama. Kita semua tahu bahwa Rusia mendukung rezim Assad dari udara, dan melakukan pembantaian terhadap pemukiman sipil," ungkap jubir Tentara Pembebasan Suriah (FSA).
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras serangan udara yang menargetkan rumah sakit dan petugas kesehatan di barat laut Suriah.
Guterres mendesak rezim di Suriah Bashar Al Assad dan sekutunya Rusia untuk menepati perjanjian Idlib.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB mengungkapkan salah satu rumah sakit terbesar di barat laut Suriah dan beberapa pusat kesehatan lainnya menjadi target serangan udara meski sebelumnya pihak-pihak telah memberitahukan koordinat tempat-tempat tersebut kepad pihak rezim dan Rusia.
Menurut pernyataan itu, Guterres mendesak pihak bertikai untuk menghormati hukum HAM internasional serta melindungi warga sipil dan infrastruktur umum.