Marıa Elısa Hospıta
13 Januari 2020•Update: 14 Januari 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Arab Saudi menyatakan dukungannya untuk pengerahan pasukan Jepang di Timur Tengah demi menjaga navigasi kapal di kawasan itu.
Pada Jumat, Jepang memerintahkan pengerahan kapal perusak angkatan laut dan dua pesawat patroli P-3C ke Timur Tengah, bersama dengan 260 pasukan pertahanan maritim Tokyo.
Sementara itu, Kyodo News menyebutkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah menyampaikan dukungan selama pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo yang berkunjung ke sebuah kota di barat laut Arab Saudi.
Keduanya sepakat berkoordinasi untuk mengamankan navigasi kapal-kapal di kawasan itu.
Dalam pertemuan itu, Shinzo dan bin Salman sepakat bahwa upaya kolektif diperlukan untuk mengurangi ketegangan Timur Tengah.
Shinzo pun menyerukan de-eskalasi ketegangan di wilayah tersebut pasca terbunuhnya Jenderal Qasem Soleimani dalam serangan drone Amerika Serikat pada 2 Januari.
Pasukan Jepang akan menjaga Teluk Oman, jalur utara Laut Arab, dan Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.
"Konflik militer di Timur Tengah akan berdampak besar pada perdamaian dan stabilitas global," kata Shinzo kepada putra mahkota Saudi seperti dilansir oleh Kyodo News.
"Saya ingin meminta semua negara terkait untuk menanggapi [situasi] dengan cara yang terkendali," tambah dia.
Abe mengunjungi Timur Tengah dalam tur lima hari di mana dia akan mengunjungi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Jepang, ekonomi nomor tiga dunia, mengimpor sekitar 90 persen minyak mentahnya dari Timur Tengah.
Misi Jepang ke wilayah tersebut diyakini dapat mengamankan jalur aman kapal komersial.