Maria Elisa Hospita
09 April 2019•Update: 09 April 2019
Zeynep Beyza Kilic
ISTANBUL
Kementerian Energi Arab Saudi membantah desas-desus tentang kemungkinan berhenti menggunakan dolar AS sebagai mata uang dalam perdagangan minyaknya.
Usulan Amerika Serikat mengenai Undang-Undang Tanpa Produksi Minyak dan Ekspor Kartel (NOPEC) memicu rumor bahwa jika usulan semacam itu direalisasikan, maka anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan berhenti menggunakan dolar untuk perdagangan minyaknya.
Undang-undang tersebut bertujuan mencegah OPEC untuk mengoordinasikan produksi dan mempengaruhi harga minyak.
"Klaim bahwa Arab Saudi mengancam akan menjual minyaknya dalam mata uang selain dolar adalah salah," kata Kementerian Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral seperti dilansir oleh Saudi Press Agency.
"Perdagangan dalam dolar, yang telah dilakukan selama beberapa dekade, sejalan dengan tujuan kebijakan keuangan dan moneter Kerajaan Saudi," jelas kementerian.
Kementerian Energi juga menegaskan kembali komitmennya terhadap perannya sebagai "kekuatan penstabil pasar energi".