Hayati Nupus
23 September 2018•Update: 24 September 2018
Walid Abdullah
TRIPOLI
Jumlah korban tewas akibat bentrokan bersenjata yang mengguncang ibukota Libya, Tripoli, sejak akhir bulan lalu naik menjadi 106 orang pada Sabtu, ujar Departemen Kesehatan yang berbasis di Tripoli.
Bentrokan bersenjata antara milisi yang berafiliasi dengan PBB Libya dan sejak 26 Agustus 2018 lalu itu menewaskan 106 orang, mengakibatkan 365 orang terluka dan 18 lainnya hilang, kata Kementerian Kesehatan pada Sabtu.
Kekerasan itu meletus setelah Brigade Infanteri Ketujuh Libya (berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan) menuduh Brigade Revolusi Tripoli (berafiliasi dengan Kementerian Dalam Negeri) menyerang posisinya di pinggiran selatan kota.
Pada Kamis saja, bentrokan menewaskan 11 orang–termasuk lima warga sipil–dan 33 lainnya terluka, menurut Departemen Kesehatan yang berbasis di Tripoli Libya.
Pada 4 September, Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) mendeklarasikan gencatan senjata setelah puluhan orang dilaporkan tewas di ibukota.
Enam hari kemudian, pertempuran berlanjut setelah serangan bersenjata di markas besar Perusahaan Minyak Nasional Libya.
Libya masih bergejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO mengakibatkan pengusiran dan kematian Presiden Muammar Gaddafi, yang berkuasa lebih dari empat dekade.
Sejak itu, terjadi perpecahan politik di dengan Libya dua poros kekuasaan, di Tobruk dan Tripolu, dan sejumlah kelompok milisi bersenjata.