ANKARA
Unit-unit pasukan Rusia di Ukraina "tidak mundur, tetapi malah memposisikan ulang," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Kamis.
“Rusia sedang mencoba untuk mengumpulkan pasukannya kembali, memasok dan memperkuat serangannya di wilayah Donbas,” kata Stoltenberg selama konferensi pers untuk menyampaikan laporan tahunannya untuk tahun 2021.
Dia mengatakan tekanan terus berlanjut di ibu kota Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya dan "kita dapat memprediksikan tindakan ofensif tambahan membawa lebih banyak penderitaan."
Setelah pembicaraan damai pada Selasa dengan Ukraina di Istanbul, Rusia mengumumkan bahwa mereka akan secara signifikan mengurangi kegiatan militernya di sekitar Kyiv dan Chernihiv untuk meningkatkan kepercayaan bagi negosiasi selanjutnya.
"Rusia telah berulang kali berbohong tentang niatnya. Kami hanya bisa menilai Rusia berdasarkan tindakannya, bukan dari kata-katanya," kata Stoltenberg.
Sekjen NATO mendesak Rusia untuk mengakhiri blokade Laut Hitam dan mengizinkan Ukraina untuk mengekspor lagi.
Sangat penting untuk mengakhiri blokade, lanjut dia, karena menyebabkan kenaikan harga tinggi di seluruh dunia, berdampak pada makanan, kesejahteraan, dan mata pencaharian masyarakat luas.
Blokade di Laut Hitam oleh Moskow menunda ekspor biji-bijian penting, yang dikhawatirkan PBB dapat menyebabkan krisis kelaparan yang semakin dalam di negara-negara seperti Yaman dan Ethiopia.
Pembicaraan damai dan ancaman senjata kimia
Mengenai pembicaraan damai baru-baru ini antara Rusia dan Ukraina di Istanbul, Stoltenberg berterima kasih kepada Turki karena menjadi tuan rumah inisiatif yang berusaha untuk mengakhiri perang.
"Saya menyambut semua upaya untuk mencoba menemukan solusi politik untuk perang brutal dan tidak masuk akal ini, termasuk perundingan baru-baru ini di Turki dan saya juga berterima kasih kepada Turki karena sudah menjadi tuan rumah pertemuan itu," imbuh dia.
Sekjen NATO menegaskan kembali bahwa setiap penggunaan senjata kimia akan menjadi pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan akan menghadapi "konsekuensi berat."
Sekutu NATO telah memberikan dukungan kepada Ukraina untuk membantu melindungi diri dari perang kimia dan biologi, serta peralatan pelindung untuk mendeteksi dan mengidentifikasi serangan kimia, tukas Stoltenberg.