Michael Gabriel Hernandez
08 Oktober 2021•Update: 09 Oktober 2021
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis menyambut baik ratifikasi Turki atas kesepakatan iklim Paris 2015 dan meminta Ankara segera mempresentasikan rencana nasionalnya untuk memerangi perubahan iklim.
“Saya berharap Turki untuk menyajikan sesegera mungkin rencana #ClimateAction nasional sejalan dengan komitmennya untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2053,” kata Guterres di Twitter.
Pada Rabu, parlemen Turki meratifikasi Perjanjian Iklim Paris guna berkontribusi pada upaya global melawan perubahan iklim.
Pada 12 Desember 2015, berbagai pihak dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC) mencapai kesepakatan untuk memerangi perubahan iklim dan mencapai target rendah karbon yang berkelanjutan pada masa depan di Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP21) di Paris.
Perjanjian Paris dibuat untuk memperkuat tanggapan global terhadap ancaman perubahan iklim dengan menghentikan kenaikan suhu rata-rata global lebih dari 2 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri selama abad berikutnya.
Para pendukung perjanjian tersebut juga berupaya untuk membatasi kenaikan suhu lebih jauh ke 1,5 derajat Celcius jika memungkinkan.