Michael Hernandez
26 Juni 2018•Update: 28 Juni 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Dunia "tidak seharusnya mengabaikan" organisasi PBB untuk pengungsi Palestina, yang tengah kesulitan mengumpulkan dana, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Senin.
"Kita harus mengupayakan segala hal untuk memastikan bantuan makanan selalu ada, sekolah tetap dibuka, dan orang-orang tidak kehilangan harapan," ujar Guterres saat konferensi Badan Pekerjaan dan Pemulihan PBB (UNRWA).
"Jutaan pengungsi Palestina menggantungkan hidupnya kepada kami untuk mengurangi penderitaan dan membantu mereka membangun masa depan yang lebih baik. Mereka berharap agar kami bertindak sekarang juga. Saya mendesak Anda semua untuk menutup kesenjangan pendanaan UNRWA," tandas dia.
UNRWA menyalurkan bantuan darurat bagi pengungsi Palestina yang melarikan diri dari perang beruntun dan kini menetap di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, dan Suriah.
Awal tahun ini, Amerika Serikat membekukan lebih dari setengah pendanaannya untuk badan tersebut -- dengan menahan USD65 juta dari USD125 juta dalam bentuk dana tahunan -- setelah Palestina menolak peran AS dalam setiap perundingan damai, karena Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Jared Kushner, menantu Trump sekaligus representatif AS untuk kawasan Timur Tengah, mengatakan pada surat kabar Palestina al-Quds bahwa pemerintahan Trump "hampir menyelesaikan" rencana perundingan damai.
Meski tidak diketahui berapa banyak dana yang dijanjikan saat konferensi pada Senin itu, namun Komisioner Jenderal UNRWA Pierre Krahenbuhl mengupayakan bantuan senilai USD250 miliar.
"Misi utama UNRWA membutuhkan komitmen yang lebih kuat dan kontribusi dari komunitas internasional," ujar Duta Besar Turki untuk PBB Feridun Sinirlioglu, saat konferensi.
"Kita harus mengarahkan UNRWA menuju pendanaan yang cukup, dapat diprediksi, dan berkelanjutan untuk memungkinkan badan tersebut memenuhi tugas-tugasnya.UNRWA tak hanya penting bagi para pengungsi Palestina, namun juga untuk kawasan, dan bahkan dunia," kata dia lagi.
Sinirlioglu juga menekankan, "Turki masih dan akan menjadi pendukung utama."
Turki telah menyalurkan dana kontribusi tahunan sebesar USD1,5 juta beserta USD10juta untuk dana tambahan.
*Betul Yuruk turut melaporkan dari PBB