Muhammad Abdullah Azzam
07 Desember 2018•Update: 07 Desember 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Sejumlah senator utama Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham, Marco Rubio dan Todd Young dari Partai Republik dan Senator Dianne Feinstein, Ed Markey dan Christopher Coons dari Partai Demokrat melontarkan rancangan resolusi terkait pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi.
Rancangan itu menyatakan keenam senator AS tersebut memiliki keyakinan yang tinggi bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammed bin Salman (MBS) terlibat dalam kasus pembunuhan Khashoggi.
Dalam rancangan resolusi itu ditekankan bahwa Pangeran Saudi Bin Salman memberi perintah dan memantau eksekusi Khashoggi yang dilakukan oleh tim intelijen.
"Ini menunjukkan bahwa putra mahkota memimpin rencana eksekusi yang menjijikkan ini," ungkap resolusi tersebut.
Dalam pernyataan tertulisnya, Senator Graham menuturkan bahwa Khashoggi memiliki izin tinggal di Amerika Serikat, dan tiga anak Khashoggi berkewarganegaraan Amerika.
"Saya percaya jika AS membuat pernyataan yang jelas terkait pembunuhan sadis Khashoggi itu maka kepentingan keamanan nasional akan terlindungi,” ungkap Senator Graham.
Salah satu senator yang menandatangani rancangan itu, Rubio, menyatakan tak memiliki keraguan sedikitpun untuk mengungkapkan bahwa Muhammed bin Salman mengetahui rencana pembunuhan Khasgoggi. Selain itu Bin Salman jugalah yang membiarkan dan memberikan instruksi itu.
Selain untuk kasus pembunuhan Khashoggi, resolusi itu juga menyerukan pemerintahan Donald Trump dan komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban kepada Muhammad bin Salman atas krisis kemanusiaan di Yaman, blokade Qatar, dan penindasan terhadap oposisi di negerinya.
Senat AS secara resmi akan meminta pertanggungjawaban dari Pangeran Arab Saudi Bin Salman soal pembunuhan Khashoggi setelah rancangan tersebut dikabulkan oleh Senat AS.
Media AS menilai bahwa rancangan resolusi tersebut sangat berlawanan dengan kebijakan pemerintah Trump terhadap MBS soal pembunuhan Khashoggi bulan lalu.
Pada Selasa 4 Desember, Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika (CIA) Gina Haspel memberikan sejumlah informasi kepada beberapa senator soal pembunuhan Khashoggi dalam sebuah pertemuan tertutup.
Senator Lindsey Graham mengatakan penguasa de facto kerajaan itu pasti bertanggung jawab atas kematian wartawan Arab Saudi itu.
"Putra mahkota, adalah bola yang merusak. Saya pikir dia terlibat dalam pembunuhan Khashoggi ke tingkat tertinggi," kata Graham kepada wartawan setelah pengarahan singkat oleh Direktur CIA Haspel.
Haspel juga memberikan penjelaskan pada sekelompok kecil senator tentang pembunuhan Khashoggi.
Hal ini dilakukan setelah adanya protes oleh anggota parlemen atas ketidakhadirannya pekan lalu selama briefing Senat tentang Yaman, yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton.
CIA belum membuat komentar publik tentang pembunuhan itu, tetapi laporan mengatakan bahwa agensi menyimpulkan putra mahkota memerintahkan pembunuhan itu.
Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah awalnya mengatakan dia meninggalkan konsulat hidup-hidup, berminggu-minggu kemudian pemerintah Saudi akhirnya mengakui dia terbunuh di sana.