Dandy Koswaraputra
26 Agustus 2018•Update: 27 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Senator John McCain, yang menjadi anggota senat selama lebih dari tiga dekade, meninggal karena kanker otak pada Sabtu setelah berjuang melawan penyakitnya sejak satu tahun lalu.
McCain bersama istrinya, Cindy dan keluarga mereka, ketika dia meninggal pada pukul 04:28, menurut kantornya dalam sebuah pernyataan singkat.
"Sebelum meninggal, dia telah melayani Amerika Serikat dengan setia selama enam puluh tahun," katanya.
McCain mengumumkan tahun lalu dia didiagnosis terkena kanker otak yang agresif dan diberi prognosis yang mengerikan.
Meninggalnya tokoh Republikan tersebut mengundang belasungkawa dari kedua partai di Amerika.
Senator Demokrat Corey Booker, yang merupakan bintang yang sedang naik daun di partainya, mengeluarkan pernyataan di Twitter di mana dia ingat sambutan hangat McCain saat bergabung dengan Senat pada 2013.
"Pertemuan pribadi kami di kantornya kemudian menjadi salah satu momen paling inspiratif saya sebagai Senator," kata Booker. "Kematian mungkin mengakhiri hidup tetapi tidak pernah bisa mengakhiri cinta. John Loved America: jasanya akan bertahan selamanya. RIP."
Presiden AS Donald Trump menyatakan "simpati terdalamnya" kepada keluarga McCain. Namun dia sebelumnya membantah bahwa McCain, yang ditangkap dan disiksa selama Perang Vietnam, adalah pahlawan perang.
"Dia bukan pahlawan perang," kata Trump pada 2015. "Dia adalah pahlawan perang karena dia ditangkap. Saya suka orang-orang yang tidak ditangkap."
McCain berulang kali bertengkar dengan presiden, mengeluarkan teguran dalam partai, terutama pada penanganannya atas Rusia. Dia meminta Trump tidak diundang ke pemakamannya.
McCain akan berulang tahun 82 minggu depan.