04 Agustus 2017•Update: 06 Agustus 2017
ANKARA
Setelah memproduksi senjata anti-drone elektromagnetik pertama, perusahaan teknologi Harp Age (R&D) mengembangkan model terbarunya untuk pasar internasional.
Koordinator Umum Harp Age Aytekin Guclu mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Harp Age telah menjalin kerja sama dengan Koza Construction Turki dan Industri Pertahanan setelah tingginya permintaan dari luar negeri.
Guclu mengatakan bahwa Koza Construction dan Industri Pertahanan aktif memasarkan senjata anti-drone ke negara-negara Timur Tengah dan Afrika.
“Kami telah melakukan demo di negara-negara tersebut dan mendapat respon yang baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pameran industri pertahanan akan digelar di Bahrain, Oktober, memungkinkan mereka untuk bertemu dengan calon pembeli.
Ekspor senjata pertama ditujukan ke Azerbaijan setelah berhasil diuji coba oleh tentaranya. Senjata anti-drone saat ini digunakan oleh tentara dan polisi Turki.
Harp Age bertujuan untuk memenuhi kebutuhan militer Turki untuk sistem tanpa awak, senjata elektronik, dan robotika.
Badan utama anti-drone terbaru terbuat dari komposit serat karbon yang tahan lama dan berbobot ringan. Sistem braket picatinny berukuran 22 milimiter berstandar dunia terdapat di semua sisinya sehingga mudah untuk disesuaikan. Selain itu, ketahanan baterainya juga sudah diperpanjang hingga 90 menit.