18 Juli 2017•Update: 18 Juli 2017
Alex Jensen
SEOUL
Korea Selatan bersikukuh menyatakan tidak ada “jarak” dengan sekutu mereka, Amerika Serikat (AS), atas desakan Seoul untuk mengadakan perundingan militer dengan Korea Utara minggu ini, menurut media setempat.
Senin, Seoul mengajukan permohonan untuk melakukan pertemuan dengan Pyongyang yang terletak di perbatasan kedua negara, yang selalu dijaga dengan ketat tersebut, pada hari Jumat.
Walaupun Korea Utara belum menanggapi permintaan negara tetangganya, juru bicara untuk Gedung Putih Sean Spicer mengatakan kepada wartawan pada hari Senin tentang kondisi dialog antara kedua negara “jelas masih sangat jauh”, sebuah pernyataan yang menandakan Washington masih enggan untuk bertemu dengan negara tertutup tersebut hingga Korea Utara setuju untuk menghentikan kegiatannya dengan senjata nuklir.
Namun Kementerian Persatuan Korea Selatan menyatakan bahwa permohonan pertemuan ini “bukan berarti prasyarat untuk berdialog sudah terpenuhi,” seperti dikutip dari Yunhap News Agency.
Sikap Seoul ini semakin jelas ketika sehari sebelumnya Menteri Persatuan Cho Myoung-gyon mengumumkan bahwa hubungan dengan Korea Utara berada pada “tahap embio untuk meredakan ketegangan.”
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menjelaskan bahwa tujuannya kini adalah untuk proses denuklirisasi dan kesempatan kerja sama untuk perdamain di peninsula - yang menandakan pergeseran prioritas Seoul dalam menghadapi Korea Utara tentang pemberian sanksi.
Pyongyang terus mengembangkan senjata nuklir untuk menantang hukuman internasional, termasuk klaim soal keberhasilannya menguji rudal balistik antar benua pada 4 Juli.