Muhammad Abdullah Azzam
26 Desember 2020•Update: 27 Desember 2020
Ali Makram Ghareeb
KIRKUK, Irak
Meskipun sudah tiga tahun sejak Irak dibersihkan dari teroris Daesh/ISIS, namun serangan oleh kelompok teroris itu terus berlanjut di daerah pedesaan di utara provinsi Kirkuk.
Pada Juni 2014, kelompok teroris Daesh/ISIS merebut provinsi Mosul, Salahuddin, dan Anbar serta sebagian provinsi Diyala dan Kirkuk, yang telah direbut kembali oleh pasukan Irak dari organisasi tersebut selama bertahun-tahun.
Pada 9 Desember 2017, mantan Perdana Menteri Haidar al-Ibadi mengumumkan kemenangan atas Daesh/ISIS.
Organisasi teroris itu terus merusak keamanan dan stabilitas di negara itu dengan melakukan serangan di daerah pedesaan di beberapa provinsi utara.
Serangan yang dilakukan oleh teroris Daesh/ISIS dalam sebulan terakhir di daerah pedesaan, terutama di selatan Kirkuk, menimbulkan kekhawatiran di negara itu.
“Organisasi teroris masih menunjukkan kehadirannya di daerah pedesaan provinsi Diyala, Salahuddin, Mosul, dan Kirkuk, meskipun dalam kelompok-kelompok kecil,” kata Rakan Saeed al-Jabouri, gubernur Kirkuk, kepada Anadolu Agency.
Menggarisbawahi bahwa saat ini tidak mungkin bagi Daesh/ISIS untuk mendapatkan kembali kekuatannya seperti pada tiga tahun lalu, al-Jabouri menambahkan bahwa kelompok teror tersebut baru-baru ini memobilisasi sel-sel tidurnya terutama di daerah pedesaan.
Penarikan pasukan koalisi dari Pangkalan Militer K1 di Kirkuk pada 29 Maret berdampak negatif pada keamanan di wilayah tersebut, kata pensiunan Kolonel Hadi Bakr dari pasukan keamanan Irak kepada Anadolu Agency.
Dengan penarikan pasukan koalisi, ada celah intelijen yang serius di wilayah tersebut, tutur Bakr.