Maria Elisa Hospita
25 Maret 2021•Update: 26 Maret 2021
Mohammed Dhaysane
MOGADISHU
Sedikitnya tiga warga sipil tewas dan lima lainnya luka-luka akibat rentetan mortir yang menargetkan markas pasukan misi penjaga perdamaian PBB dan Uni Afrika (AMISOM) di Mogadishu, Somalia, pada Kamis.
Abdi Yusuf, seorang petugas polisi di Dharkinley Mogadishu, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa beberapa peluru mortir mendarat di daerah permukiman dekat Bandara Adan Adde.
Media lokal melaporkan bahwa seorang ayah dan bayinya termasuk di antara korban serangan itu, yang diklaim oleh al-Shabaab, kelompok teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda.
Kompleks PBB yang ditargetkan, yang dikenal sebagai Camp Halane, menampung sejumlah misi diplomatik Barat termasuk dari Inggris dan Amerika Serikat.
Serangan itu terjadi di tengah pertemuan para pejabat Somalia untuk mengakhiri kebuntuan politik dan pemilu yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Ini kedua kalinya kompleks PBB menjadi sasaran dalam kurun waktu sepekan, menyusul serangan 19 Maret.
Al-Shabaab seringkali melancarkan serangan di Somalia, termasuk ledakan bom truk tahun 2017 di Mogadishu yang menewaskan sedikitnya 300 orang.