Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
05 Februari 2020•Update: 05 Februari 2020
Enes Canli
TRIPOLI, Libya
Pasukan pimpinan komandan pemberontak Khalifa Haftar melancarkan serangan ke ibu kota Libya pada Rabu, menewaskan sedikitnya tiga warga sipil, termasuk dua anak.
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB mengatakan milisi Haftar menargetkan daerah permukiman di selatan Tripoli.
Serangan itu juga melukai empat orang lainnya.
Meskipun Konferensi Berlin tentang Libya pada 19 Januari menyerukan gencatan senjata permanen di negara yang dilanda perang itu, pasukan Haftar terus melanjutkan serangan mereka.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
Pemerintah sah Libya telah berkali-kali diserang oleh pasukan Haftar sejak April lalu, yang merenggut lebih dari 1.000 nyawa.
Pada 12 Januari, pihak yang bertikai dalam konflik Libya mengumumkan gencatan senjata sebagai tanggapan atas seruan Putin dan Erdogan.
Namun dialog untuk gencatan senjata permanen berakhir tanpa kesepakatan setelah Haftar meninggalkan perundingan tanpa menandatanganinya.
Komandan pemberontak itu kemudian menerima persyaratan Konferensi Berlin untuk menunjuk lima anggota dari masing-masing pihak ke komisi militer yang diusulkan PBB guna memantau implementasi gencatan senjata.