Muhammad Abdullah Azzam
05 November 2020•Update: 05 November 2020
Ibrahim Saleh
ERBIL, Irak
Pemerintah Daerah Kurdi (KRG) di Irak utara pada Rabu mengatakan bahwa serangan kelompok teroris PKK terhadap pasukan di kawasan itu telah melewati "garis merah".
Pernyataan itu dikeluarkan oleh pemerintah daerah tersebut setelah pertemuan mingguannya di ibu kota, Erbil, yang berlangsung beberapa jam setelah tiga pasukan Peshmerga terluka dalam ledakan bom yang menargetkan kendaraan mereka.
"Setiap serangan semacam ini adalah serangan terhadap semua orang kami dan institusi kami yang sah," kata pernyataan KRG, menambahkan bahwa serangan organisasi teroris [PKK] hari ini melewati garis merah.
KRG menekankan bahwa pemerintah daerah akan berupaya mencegah memburuknya situasi keamanan di daerah itu.
Sebelumnya pada Rabu, sumber keamanan di wilayah Irak utara mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tiga pasukan Peshmerga terluka, setelah meledaknya bom yang ditanam oleh teroris PKK, di utara provinsi Dohuk, dekat perbatasan Turki.
Pada Senin, mantan pemimpin wilayah tersebut, Massoud Barzani, menyerukan agar kelompok teroris PKK tidak memaksakan kehendaknya di wilayah tersebut.
Barzani mengatakan kelompok teroris itu menduduki daerah perbatasan selama serangan ISIS/Daesh di wilayah tersebut.