Maria Elisa Hospita
05 Agustus 2019•Update: 05 Agustus 2019
Ahmed Abdelmonem Khalifa Abdelbaky
TRIPOLI
Setidaknya 41 orang tewas dan lebih dari 37 lainnya luka-luka akibat serangan udara pasukan Libya Timur yang dipimpin oleh komandan Khalifa Haftar pada Minggu.
Televisi Al-Ahrar sebelumnya melaporkan bahwa korban jiwa berjumlah 20 orang.
Seorang anggota parlemen, Rahma Adem, mengatakan serangan itu terjadi di Kota Murzuq, barat daya Libya, dan seluruh korban berasal dari suku Tebu.
Selain itu, media lokal menyebutkan serangan tersebut menargetkan prosesi pernikahan. Pasukan Haftar belum merespons laporan itu.
Sejak awal April, pasukan yang setia kepada Haftar telah meluncurkan kampanye untuk merebut ibu kota, Tripoli, dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bentrokan itu telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas dan sekitar 5.500 lainnya terluka.
Libya telah dilanda gejolak sejak 2011, ketika Muammar Gaddafi digulingkan dan tewas dalam pemberontakan yang didukung NATO setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, ada dua kursi kekuasaan yang saling bersaing di negara kaya minyak itu, satu di Libya timur, dan satu lagi di Tripoli.