Chandni
05 Februari 2018•Update: 06 Februari 2018
Abdul Raouf Arnaout
YERUSALEM
Miliarder Yahudi George Soros menampik tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan dirinya mendanai protes terhadap rencana deportasi pencari suaka asal Afrika.
Pada Minggu, Netanyahu menuduh Soros mengalirkan dana untuk kampanye yang menjelekkan nama pemerintah Israel yang berencana mengirimkan pulang ribuan migran dan pencari suaka Afrika.
"Berbeda dengan tuduhan palsu Netanyahu, George Soros tidak mendanai unjuk rasa terhadap rencana Israel memulangkan ribuan pencari suaka Afrika," kata juru bicara Soros seperti dilansir kanal berita Channel 10.
"Namun Soros juga sangat setuju dengan hukum internasional dan Konvensi Pengungsi 1951, yang mengatakan tindakan pemulangan paksa terhadap pencari suaka adalah hal yang salah, khususnya bila mereka dipulangan ke negara dimana mereka mungkin dipersekusi atau dibunuh," tambahnya.
Soros adalah salah satu kritikus terbesar terhadap pemerintah sayap kanan Israel dan sering mendukung berbagai LSM sayap kiri, seperti Breaking the Silence dan B’Tselem.
Israel menampung sekitar 40.000 pencari suaka, termasuk 27.500 dari Eritrea dan 7.800 dari Sudan, menurut UNHCR.
Langkah mereka untuk memulangkan pengungsi menuai kritikan dari berbagai pihak.