26 September 2017•Update: 27 September 2017
By Michael Hernandez
WASHINGTON
Kekerasan makin naik di AS untuk tahun kedua berturut-turut pada 2016, namun tetap rendah dalam hitungan sejarah, menurut data FBI yang dirilis pada Senin.
Kejahatan brutal naik 3,4 persen tahun lalu dan menurut Departemen Kehakiman AS itu adalah kenaikkan terbesar dalam 25 tahun terakhir.
Mereka juga mengatakan khususnya tingkat pembunuhan nasional naik hampir 8 persen. Bila dihitung sejak 2014, tingkat pembunuhan naik sebesar 20 persen.
Angka-angka itu naik karena banyaknya kasus pembunuhan di kota-kota besar dengan populasi lebih dari 250.000.
Kasus pemerkosaan naik 3,5 persen, pencurian naik 1 persen dan penyerangan brutal naik 5 persen.
Namun, kekerasan turun 18 persen dibandingkan 2007, dan kasus pembunuhan juga turun 6 persen sejak itu.
"Untuk kebaikan semua warga Amerika, kita harus menghadapi dan mengatasi kenaikkan insiden kekerasan. Dan kita harus lakukan ini bersama-sama," kata Jaksa Agung AS Jeff Sessions dalam sebuah pernyataan.
Sessions dan Presiden AS Donald Trump sering menggunakan data meningkatnya kekerasan sebagai alasan mereka memperkuat lembaga hukum bagi mereka yang melakukan tindak pidana.