Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Januari 2019•Update: 30 Januari 2019
Mohammed Amin
KHARTOUM, Sudan
Pemerintah Sudan memutuskan untuk membebaskan semua tahanan politik, kata Kementerian Informasi negara itu pada Selasa.
"Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Nasional NISS telah memutuskan untuk membebaskan semua tahanan yang ditangkap selama insiden baru-baru ini," kata rilis berita oleh Dewan Informasi Eksternal, yang merupakan bagian dari Kementerian Informasi.
Menurut Asosiasi Profesional Sudan (SPA), protes anti-pemerintah terus berlanjut di Khartoum dan kota-kota lain.
Sementara itu, Aamir Ibrahim, kepala komite penyelidikan pemerintah akan menyelidiki pembunuhan para pengunjuk rasa dan mengatakan kepada wartawan bahwa jumlah korban tewas telah meningkat sejak awal demonstrasi lebih dari sebulan yang lalu.
"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa jumlah korban tewas selama protes meningkat menjadi 30, termasuk 6 kematian di Negara Bagian Sungai Nil, 9 di Negara Bagian Gadaref, 3 di Negara Bagian Nil Putih, 3 di Sudan Utara dan sisanya di Khartoum," Kata Ibrahim.
Kelompok-kelompok oposisi mengklaim jumlah kematian lebih dari 50 orang, sementara organisasi-organisasi hak asasi manusia menyebutkan jumlahnya 40 orang.