Maria Elisa Hospita
14 Februari 2019•Update: 14 Februari 2019
Firdevs Yuksel
ANKARA
udan menyepakati kerja sama dengan Perusahaan Nuklir Nasional China (CNNC) dalam penggunaan energi nuklir secara damai dengan pengayaan uranium.
Mohammed Abdullah, direktur Organisasi Penelitian Geologi, mengumumkan bahwa Kementerian Minyak, Gas, dan Tambang Sudan dan Kementerian Sumber Daya Air dan Listrik Sudan akan bekerja sama dengan CNNC untuk pengayaan uranium.
Menurut Kantor Berita SUNA, pemerintah Sudan memutuskan untuk membuka pintu bagi investasi uranium setelah berkonsultasi dengan otoritas keamanan.
Selama kunjungan Presiden Sudan Omar al-Bashir ke Rusia pada November 2017, dia menandatangani perjanjian "kerja sama penggunaan energi atom secara damai".
Pada akhir Desember 2017, Wakil Menteri Sumber Daya Air, Irigasi, dan Listrik Sudan Musa Omer Abu Elgasim dan Kepala Pengembangan Bisnis Rusatom Overseas Dmitry Bazhenov menandatangani perjanjian untuk mengembangkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah Sudan.
Pada 2010, Sudan memiliki 1,5 juta ton cadangan uranium, yang sebagian besar terletak di barat Darfur dan bagian selatan negara itu, di Pegunungan Nuba.
*Omer Erdem turut melaporkan dari Khartoum