Umar İdris
27 Agustus 2019•Update: 28 Agustus 2019
Vakkas Dogantekin
ANKARA
Popularitas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di kalangan petani Amerika menunjukkan tanda-tanda penurunan di tengah meningkatnya perang dagang dengan Cina, menurut sebuah survei.
Survei yang dilakukan Jurnal Pertanian yang berbasis di AS menemukan 71 persen petani menyetujui apa yang dilakukan Trump, turun dari sebelumnya 79% pada Juli.
Survei yang dilakukan terhadap 1.153 petani ini dimuat dalam laporan Senin, 23 Agustus.
Dari petani yang menyetujui kepresidenan Trump, hanya 43 persen sangat menyetujui, turun sebesar 10 persen dari Juli.
Delapan belas persen responden sangat tidak setuju dengan presiden.
Farm Journal Pulse adalah polling berbasis pesan teks nasional yang dikirimkan kepada sekitar 5.000 petani dan peternak di benua AS.
Bulan lalu, ketua asosiasi petani besar Amerika mengkritik kebijakan tarif Trump terhadap China dan mengatakan masa depan negara itu sebagai mitra dagang yang andal sedang dipertaruhkan.
"Kebijakan perdagangan bukan permainan - itu memiliki konsekuensi nyata dan serius bagi pedesaan Amerika," kata Presiden Serikat Petani Nasional Roger Johnson, kepada Bloomberg.
Pada bulan Juni, 600 pengecer Amerika, petani, dan produsen, termasuk Walmart dan Levi Strauss, menandatangani surat yang mendesak Trump untuk melepaskan tarif di Beijing di tengah perang dagang antara kedua negara.
Trump telah diejek dan ditarik dari kesepakatan dagang yang dinegosiasikan oleh para pendahulunya.
Namun, para analis menyalahkan ancaman berlanjutnya kenaikan tarif oleh AS dan ketidakjelasan kebijakan perdagangan di bawah kepemimpinan Trump dianggap telah melukai produsen dan petani AS, serta sistem perdagangan internasional.