Hajer M'tiri
25 April 2018•Update: 25 April 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Miliarder Prancis Vincent Bollore, bersama dengan karyawan lain dari Bollore Group, ditahan untuk ditanyai di Nanterre, dekat Paris, pada Selasa sebagai bagian dari penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan transaksi pelabuhan yang menguntungkan kelompok mereka di Afrika.
Menurut surat kabar Prancis Le Monde, penyelidikan berfokus pada kesepakatan pelabuhan yang dibuat pada 2010 di Lome, ibu kota negara Togo, Afrika Barat, dan Conakry di Guinea.
Perusahaan Bollore diduga menggunakan komunikasi dan anak perusahaan periklanan Havas untuk mendukung para pemimpin Afrika, yang kemudian memastikan bahwa anak perusahaan lain yakni Bollore Africa Logistics akan memenangkan kontrak tender terminal pengiriman.
Kelompok itu membantah "bahwa anak perusahaannya SDV Afrika telah melakukan penyimpangan. Layanan yang berkaitan dengan faktur ini dilakukan dengan penuh transparansi."
Saham perusahaan Bollore pun langsung jatuh lebih dari 4,5 persen di perdagangan Paris setelah berita itu keluar.
Meski menyangkal, CEO Bollore Group yang berusia 67 tahun itu tiba-tiba mengundurkan diri sebagai ketua raksasa media Vivendi pekan lalu, dan putranya Yannick (38) diangkat untuk mengambil alih jabatannya sebagai ketua.
Pada 2017, Vivendi telah membeli perusahaan komunikasi Havas -- yang kala itu diketuai oleh keturunan Bollore -- dari Bollore Group. Havas dikenal sebagai perusahaan humas dan periklanan.