Fatma Esma Arslan, Firdevs Bulut Kartal, Aurore Bonny
27 Juli 2023•Update: 09 September 2023
TORONTO
Tentara Niger muncul dalam siaran TV nasional pada Rabu malam untuk mengumumkan penggulingan Presiden Mohamed Bazoum.
Menyebut diri mereka Dewan Nasional untuk Perlindungan Tanah Air (CLSP), mereka membacakan pernyataan kudeta dalam sebuah video dan tayangan di televisi negara ORTN.
Bazoum digulingkan dan konstitusi ditangguhkan karena situasi keamanan yang memburuk dan krisis sosial-ekonomi yang dialami negara itu, menurut pernyataan Kolonel Mayor Amadou Abdramane.
Pernyataan itu mencatat bahwa aturan jam malam akan diberlakukan antara pukul 10 malam hingga 5 pagi dan semua perbatasan telah ditutup.
Presiden Bazoum ditahan pada Rabu pagi hari oleh unsur pengawal presiden.
Orang-orang turun ke jalan untuk mencegah kudeta dan menyerukan pembebasan Bazoum.
Jenderal Omar Tchiani, yang menjabat sebagai komandan pengawal presiden selama sekitar 10 tahun, diduga berada di balik kudeta tersebut.
Bazoum diduga baru-baru ini ingin memberhentikan Tchiani, yang memegang jabatan yang sama di bawah Presiden sebelumnya, Mahamadou Issoufou.
“Sebuah upaya kudeta di Niger. Tindakan petugas yang terpecah belah ini bertujuan untuk mempertanyakan kebebasan kita yang diperoleh dengan susah payah, demokrasi kita, dan kemajuan yang dicapai," kata Hassoumi Massoudou, perdana menteri sementara pemerintahan Bazoum, pada Kamis pagi di Twitter.
“Petualangan dengan tujuan yang menghancurkan ini akan gagal karena akan menghadapi protes di mana-mana di Niger tentang kekuatan demokrasi dan kemajuan,” tutur dia.
Massoudou meminta “semua orang demokrat, semua patriot, untuk mengalahkan petualangan ini yang membawa semua bahaya bagi negara kita. Hidup demokrasi, kehidupan di Niger.”
Uni Afrika, Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS), Uni Eropa, PBB, Amerika Serikat dan Prancis mengutuk kudeta militer Niger dan menyerukan pembebasan Bazoum, 63, yang dipilih secara demokratis pada April 2021 tanpa syarat.