Hayati Nupus
16 April 2020•Update: 16 April 2020
JAKARTA
Thailand belum merampungkan periode skema bantuan tunai 5.000 baht atau Rp2,4 juta bagi mereka yang terdampak Covid-19, karena dana yang ada hanya cukup untuk satu bulan.
Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengatakan anggaran pusat saat ini hanya ada 50 miliar baht atau Rp24,07 triliun dan pemerintah masih menunggu aturan hukum untuk peminjaman satu triliun baht atau Rp481,43 triliun.
“Pembayaran kedua dan ketiga harus menunggu keputusan. Biarkan saya ulangi, anggaran yang ada hanya cukup untuk satu bulan,” kata Prayut, kutip the Bangkok Post, hari ini.
Kendati demikian, Prayut memastikan akan mengurusi semua warga yang terkena dampak.
Sebelumnya, pemerintah mengatakan akan mengalokasikan 5.000 baht per bulan sepanjang April hingga Juni untuk karyawan kontrak dan wiraswasta yang terkena pelemahan ekonomi.
Setidaknya tercatat ada 27 juta orang terdaftar sebagai penerima bantuan tunai itu namun pemerintah mengatakan hanya 8-9 juta orang yang akan memperolehnya.
Keputusan ini langsung menyebabkan aksi unjuk rasa. Sekitar 100 orang yang terkena dampak Covid-19 berbondong-bondong menyerbu Departemen Keuangan memprotes langkah kementerian yang mendiskualifikasi mereka.
Hingga saat ini, tercatat Thailand menangani 2.672 kasus Covid-19, dengan 46 kematian dan 1.593 pulih.