Chandni
15 Maret 2018•Update: 16 Maret 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Perusahaan retail AS Toys "R" Us mengumumkan berita penutupan mereka pada Rabu. Semua staf diberitahukan bahwa perusahaan yang memiliki toko-toko mainan itu akan menutup atau menjual toko retail mereka di AS.
Akibat penutupan itu, hingga 33.000 warga AS akan kehilangan pekerjaan mereka.
Perusahaan itu memang sudah berada di ambang menutup semua toko mereka di seluruh dunia, kata seorang sumber dari dalam.
Mereka berencana mengumumkan kebangkrutan dan mengajukan rencana likuidasi aset perusahaan.
Pada September 2017 lalu, Toys "R" Us mengumumkan kebangkrutan yang menurut mereka disebabkan lemahnya antusiasme belanja warga AS pada musim liburan.
Selain itu, mereka juga akan menutup semua toko-toko mereka di Inggris, yakni sebanyak sekitar 100 lokasi, lantaran sepinya pembeli.
Senator AS Chuck Schumer mengimbau agar perusahaan itu memberikan kompensasi moneter untuk semua kartu hadiah yang dimiliki pembeli, karena kartu itu tidak akan berguna bila Toys "R" Us tutup nanti.
"Konsumen bisa dirugikan bila mereka tutup," kata Schumer dalam pernyataannya.
Saat ini terdapat sekitar 800 lokasi toko Toys "R" us di AS. Sekitar 180 dari mereka sudah dalam proses penutupan sejak mereka mengumumkan kebangkrutan tahun lalu.
Para pemegang saham pada Rabu membahas kemungkinan mempertahankan merek dagang Toys "R" Us dan menyelamatkan 200 toko-toko, menurut sumber dalam itu.
Cabang Kanada perusahaan itu mengatakan akan tetap buka. Clint Gaudry, seorang eksekutif tinggi di Toys "R" Us Kanada, mengatakan 82 toko mereka di Kanada akan tetap buka dan beroperasi seperti biasa.