Yasin Gungor
27 Juli 2026•Update: 27 Juli 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington masih melakukan "perundingan intensif" dengan Iran, tetapi juga bersiap melanjutkan operasi militer jika proses negosiasi tidak membuahkan hasil.
"Jika perundingan tidak berhasil, kami akan kembali melakukan aksi militer yang sangat kuat," kata Trump dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel Channel 12, Senin (27/7).
Trump menegaskan peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik sangat terbatas. Menurutnya, proses negosiasi harus segera menunjukkan kemajuan atau tidak akan dilanjutkan sama sekali.
Presiden AS itu menjelaskan dirinya memutuskan menghentikan serangan pada Jumat lalu setelah menerima permintaan dari sejumlah mediator di kawasan.
"Semua pihak yang berhubungan dengan Iran meminta saya untuk tidak menembak," ujar Trump. Ia menambahkan bahwa mengabulkan permintaan tersebut tidak memberikan keuntungan maupun kerugian bagi Amerika Serikat.
Pernyataan Trump disampaikan menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (28/7).
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari dengan alasan ancaman keamanan serta program nuklir Teheran.
Pakistan kemudian memediasi gencatan senjata pada April. Selanjutnya, pada Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang membuka jalan bagi perundingan lanjutan dan upaya mengakhiri konflik secara permanen.
Namun, ketegangan kembali meningkat pada awal bulan ini akibat perbedaan pandangan mengenai pelayaran di Selat Hormuz, yang secara efektif sempat diblokir Iran selama konflik berlangsung.