Marıa Elısa Hospıta
15 Januari 2020•Update: 15 Januari 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Presiden Donald Trump mendesak Apple untuk membantu pihak berwenang Amerika Serikat mengakses dua iPhone milik pelaku penembakan di Pensacola, Florida, bulan lalu.
"Kami selalu membantu Apple dalam masalah perdagangan dan lainnya, tetapi mereka menolak membuka akses ke ponsel para pembunuh, pengedar narkoba, dan pelaku kejahatan lainnya. Mereka seharusnya membantu negara kita. SEKARANG! BUAT AMERIKA HEBAT LAGI!" cuit Trump pada Selasa.
Cuitan itu dirilis sehari setelah Apple menolak permintaan Jaksa Agung Bill Barr untuk membuka kunci sandi ponsel milik pilot militer Arab Saudi.
Pada 6 Desember, Mohammed Alshamrani dari Royal Saudi Air Force, yang juga merupakan siswa Naval Aviation Schools Command AS, melepaskan tembakan dan menyebabkan tiga orang tewas dan delapan lainnya terluka.
"Sejauh ini, Apple belum memberi kami bantuan substantif," kata Barr saat konferensi pers.
Sementara itu, lewat sebuah pernyataan, Apple menyatakan "jalur belakang" dapat disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin mengancam keamanan nasional dan data pelanggannya.
"Kami menganggap enkripsi sangat penting untuk melindungi negara kami dan data pengguna kami," kata perusahaan teknologi itu.