Astudestra Ajengrastrı
24 Agustus 2018•Update: 24 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis berkata usaha apapun untuk memakzulkan dirinya akan mendatangkan konsekuensi ekonomi yang parah.
"Jika saya dimakzulkan, saya yakin pasar akan hancur. Saya pikir semua orang akan jadi sangat miskin," ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News. "Saya tidak tahu Anda bisa memakzulkan seseorang yang melakukan kerja bagus."
Dalam wawancara itu, Trump menjawab spekulasi bahwa Partai Demokrat berhasrat untuk memakzulkan dirinya apabila berhasil menguasai kursi Dewan pada pemilihan umum tengah masa jabatan November ini.
Usaha pemakzulan ini seakan mendapatkan angin segar setelah kuasa hukum Trump sejak lama, Michael Cohen, mengaku kepada hakim di pengadilan distrik New York telah membayarkan uang tutup mulut kepada seorang aktris film dewasa dan seorang model majalah Playboy "atas arahan" Trump dengan tujuan "memengaruhi pemilihan umum."
Cohen tidak menyebutkan nama kedua wanita tersebut, juga tidak secara langsung menyebutkan nama Trump, namun berkata dia bekerja "dengan koordinasi dan arahan dari salah satu kandidat untuk kantor federal."
Garis waktu kejadian ini, meski begitu, cocok dengan kampanye presiden yang dilakukan Trump pada 2016 dan pembayaran untuk bintang film dewasa Stormy Daniels dan playmate Playboy Karen McDougal yang pernah mengaku melakukan perselingkuhan dengan Trump.
Sejauh ini Presiden menyangkal pernah berhubungan dengan kedua wanita itu, juga menyangkal mengetahui adanya pembayaran uang tutup mulut.
Namun testimoni Cohen, ditambah vonis bersalah yang diterima oleh mantan ketua kampanye Trump atas delapan dakwaan finansial pada Selasa, telah meningkatkan kemungkinan Partai Demokrat menyingkirkan Presiden bila mereka berhasil mengambil alih suara mayoritas Dewan -- di mana proses pemakzulan harus dimulai.
Apabila pemakzulan ini disetujui oleh suara mayoritas di Dewan, maka proses ini akan berlajut ke Senat, di mana setidaknya dua per tiga senator harus menyatakan presiden bersalah untuk bisa dilengserkan.
Seakan berusaha mengecilkan hubungannya dengan Cohen, Trump mengaku pria yang pernah disebutnya sebagai "pemecah masalah" ini hanya berkerja paruh waktu untuknya.
"Dia dulu kuasa hukum saya, satu dari banyak yang lainnya," ujar Trump. "Dia pernah menjadi pengacara saya. Tidak mengerjakan kesepakatan-kesepakatan besar, hanya yang kecil-kecil saja. Bukan seseorang yang menghabiskan waktu sebanyak itu dengan saya."
Dalam wawancara di acara Fox & Friends, Trump menyebut Cohen kerap "membalikkan" situasi, dan "membuat kesepakatan yang lebih baik ketika dia menggunakan saya, sama seperti orang lain."
"Selama 30, 40 tahun saya sering bertemu dengan orang-orang pembalik. Semua berjalan baik sampai mereka dihukum 10 tahun penjara dan mereka -- mereka membalikkan siapapun yang sedang berada di atas, setinggi yang mereka bisa," kata Trump. "Ini seharusnya dilarang hukum. Ini tidak adil."
Sementara itu, Trump tetap memberikan pujian kepada mantan ketua tim kampanyenya, Paul Manafort. Walaupun Trump tak menyebut apakah akan memberikan pengampunan kepada Manafort, yang pada usia 68 tahun menghadapi hukuman penjara seumur hidup, selama 80 tahun.
Senator dari Partai Republik Lindsey Graham mengaku telah memperingatkan Trump untuk tak memberikan pengampunan kepada Manafort, meskipun pada Rabu saat berbicara kepada wartawan di Capitol Hills, merasa peringatannya ini tidak "berjalan dengan baik."
"Memberikan pengampunan dalam situasi ini akan dianggap oleh banyak warga Amerika sebagai bentuk campur tangan terhadap proses penyelidikan," kata dia.
Di tengah-tengah tekanan yang terus menguat, Trump malah kembali mengincar pejabat tinggi penegak hukumnya, berkata bahwa Jaksa Agung Jeff Sessions "tidak pernah mengambil kendali Kementerian Kehakiman."
Pernyataan ini mendorong Sessions, yang biasanya menolak mengomentari atasannya, untuk mengeluarkan pembelaan. Dalam sebuah pernyataan, Sessions menyatakan dirinya "mengambil kendali Kementerian Kehakiman di hari saya disumpah, yang merupakan alasan kenapa kami sangat sukses dalam menjalankan program-program Presiden."
"Selama saya menjadi Jaksa Agung, tindakan-tindakan Kementerian Kehakiman tidak akan dipengaruhi oleh keputusan-keputusan politik," ujar Sessions. "Saya menuntut standar tertinggi, dan bila mereka tidak tercapai, saya akan mengambil tindakan.