Berk Kutay Gokmen
18 April 2026•Update: 18 April 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berlangsung “sangat baik” di tengah upaya negosiasi yang masih berjalan.
“Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik. Semuanya berjalan dengan sangat baik. Mereka sedikit bersikap licik, seperti yang telah mereka lakukan selama 47 tahun. Tidak ada yang pernah menghadapi mereka. Kami yang menghadapi mereka,” kata Trump di Ruang Oval.
Ia juga melontarkan kritik terhadap Iran dengan menyebut negara tersebut tidak memiliki kekuatan militer yang memadai.
“Mereka tidak punya angkatan laut, tidak punya angkatan udara, tidak punya pemimpin. Mereka tidak punya apa-apa. Sebenarnya … ini adalah perubahan rezim. Anda bisa menyebutnya perubahan rezim yang dipaksakan, tetapi kami tetap berbicara dengan mereka,” ujarnya.
Trump menegaskan bahwa Washington tetap mengambil sikap tegas dalam pembicaraan tersebut.
“Kami berbicara dengan mereka … kami mengambil sikap keras,” katanya, seraya menambahkan bahwa akan ada perkembangan terbaru pada hari yang sama terkait negosiasi tersebut.
Setelah menyampaikan pernyataannya, Trump tidak menjawab pertanyaan terkait konflik dengan Iran, negosiasi, maupun situasi di Selat Hormuz.
Ketegangan meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang dibalas Teheran dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Konflik tersebut saat ini berada dalam masa jeda sejak 8 April setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua pekan.
Washington dan Teheran telah menggelar pembicaraan di Pakistan pada akhir pekan lalu, sementara upaya untuk mengadakan pertemuan lanjutan di Islamabad masih berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang menurutnya mengarahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk mempercepat peninjauan terhadap sejumlah obat psikedelik yang telah ditetapkan sebagai terapi terobosan.
Perintah tersebut disebut akan mengurangi hambatan birokrasi, meningkatkan pertukaran data antara FDA dan Departemen Urusan Veteran, serta mempercepat penjadwalan ulang obat psikedelik yang mendapatkan persetujuan FDA.