Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Oktober 2018•Update: 30 Oktober 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Tunangan Jamal Khashogggi meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membantu mengungkapkan kebenaran di balik pembunuhannya dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.
Berbicara pada acara peringatan yang diadakan di London, Hatice Cengiz mengatakan Trump seharusnya tidak membuka jalan untuk menutup-nutupi pembunuhan tunangan dia.
Dalam pidatonya yang emosional, dia mengatakan dia sangat berterima kasih atas solidaritas orang-orang di seluruh dunia.
"Saya kecewa dengan tindakan kepemimpinan di banyak negara, terutama di AS"
Cengiz menghadiri acara yang diselenggarakan oleh organisasi pemantau pers nirlaba, Monitor Timur Tengah dan Forum Al Sharq, sebuah kelompok pro-demokrasi independen, non-partisan, nirlaba yang berfokus pada Timur Tengah.
Acara ini digelar untuk mengenang Khashoggi.
"Saya berada di London sekarang, saya meminta kepada semua orang di dunia, tolong berdiri untuk keadilan!" Kata Hatice.
“Tolong angkat suara Anda untuk Jamal kesayanganku. Mohon minta pemerintah Anda untuk membantu kami menangkap para penjahat kejam dan para penguasa politik pengecutnya,” katanya.
Menggarisbawahi bahwa seharusnya tidak ada yang ditutup-tutupi, Cengiz mengungkapkan bahwa Khashoggi adalah tunangan yang dicintainya, tetapi dia juga seorang manusia yang lembut, seorang pria yang penuh kasih, seorang jurnalis dan seorang yang benar-benar percaya dalam demokrasi dan kebebasan di dunia Arab.
Dia meminta semua pihak untuk menuntut keadilan bagi Khashoggi dan mendukung cita-citanya.
Cengiz mengatakan Khashoggi merasa bahwa itu adalah tugasnya untuk menjadi suara bagi orang yang tidak punya suara dan ini bukan hanya masalah integritas intelektual tetapi tanggung jawab moral.
"Ini adalah bagian dari menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sebuah gagasan yang sangat dia sayangi, gagasan yang perlu dirangkul oleh Arab Saudi, negaranya sendiri dan juga Timur Tengah secara lebih luas," katanya.
Cengiz mengatakan dia akan pergi ke konsulat Saudi atau melakukan apa saja untuk menghentikan Khashoggi masuk jika dia tahu bahwa sekelompok pembunuh sedang menunggunya di dalam.
Acara yang berjudul 'Mengenang Jamal' juga menampilkan pidato dari Direktur Monitor Timur Tengah Daud Abdullah, anggota parlemen konservatif Crispin Blunt dan beberapa wartawan terkemuka.
Khashoggi terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Pada hari hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan memasuki konsulat saat dia berada di dalam, menurut sumber-sumber kepolisian Turki.
Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.
Tim gabungan Turki-Saudi menyelesaikan penyelidikan atas kasus ini setelah menggeledah kediaman konsul jenderal Saudi serta konsulat Saudi di Istanbul.