Muhammad Abdullah Azzam
11 Desember 2020•Update: 12 Desember 2020
Aysu Bicer
ANKARA
Menteri luar negeri Italia pada Kamis mengatakan bahwa Turki memiliki peluang besar untuk menjadi mitra kerja sama ekonomi di bidang infrastruktur.
Menlu Italia Luigi Di Maio mengungkapkan bahwa dirinya berharap lebih banyak kerja sama di bidang perkeretaan dan bidang lain dalam beberapa bulan mendatang.
"Kedua negara memiliki target di sektor energi juga, terutama dalam diversifikasi energi, dan peningkatan pasokan," kata Di Maio pada pertemuan Komite Ekonomi dan Perdagangan Bersama Turki-Italia (JETCO) yang diadakan melalui konferensi video.
Menyoroti proyek-proyek penting dalam proses penjajakan, dia mengatakan Turki dan Italia ingin meningkatkan hubungan bisnis mereka dalam energi berkelanjutan.
"Perusahaan Italia sangat aktif di bidang energi terbarukan," tegas dia.
Menekankan bahwa sistem yang dimiliki kedua negara saling melengkapi, Di Maio menambahkan pihaknya berharap hubungan tersebut terus berlanjut.
“Saya pikir kami dapat menggunakan potensi kemitraan ini dengan langkah yang lebih kuat," imbuh dia.
Mengenai kegiatan tiga kelompok kerja di bawah komite yang dimulai pada Juli, Di Maio mengatakan kelompok-kelompok ini sedang mengerjakan berbagai bidang seperti menentukan wilayah pengembangan ekonomi, membuka jalan bagi operasi baru di Afrika, Asia Tengah, dan Balkan, serta membuat kemajuan tentang Perjanjian Serikat Bea Cukai Turki-UE.
Turki telah lama meminta pembaruan terkait Serikat Pabean Uni Eropa, mengatakan bahwa hal itu akan menguntungkan kedua belah pihak.
“Ada peluang penting bagi pengusaha di bidang kerja sama ekonomi,” kata Di Maio.
“Pengembangan kerjasama bilateral penting untuk pertumbuhan ekonomi kami,” kata dia lagi.
Menekankan hambatan akses pasar yang ada perlu disingkirkan, Di Maio berpendapat bahwa pengembangan teknis dari perjanjian Serikat Pabean sangat penting.