Muhammad Abdullah Azzam
17 Oktober 2020•Update: 19 Oktober 2020
Gokhan Ergocun
ISTANBUL
Sebuah nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara Turki dan Libya Agustus lalu untuk proyek yang belum selesai di Libya kini mulai beroperasi, kata menteri perdagangan Turki pada Jumat.
Kesepakatan tersebut, yang dipublikasikan dalam Siaran Resmi Turki, akan memungkinkan perusahaan kontraktor Turki untuk melanjutkan proyek mereka di Libya, tutur Mendag Turki Ruhsar Pekcan di Twitter.
Menurut MoU itu Perusahaan Turki sudah bisa memulai negosiasi dengan pengusaha Libya dan menyelesaikan proses bisnis mereka, kata Pekcan.
"Saya berharap keputusan yang signifikan bagi investasi perusahaan kami akan mengambil bagian dalam rekonstruksi Libya, serta bermanfaat bagi dunia bisnis kami," tambah Pekcan.
Kesepakatan itu akan menjadi dasar untuk menyelesaikan masalah yang sedang berlangsung antara perusahaan Turki dan pengusaha Libya, membuat investasi baru, dan melakukan proyek baru, kata menteri Turki itu sebelumnya pada Agustus.