Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Oktober 2018•Update: 08 Oktober 2018
Kemal Karadag dan Aynur Ekiz
ANKARA
Turki memiliki kapasitas untuk membuka dan menutup semua bab kebijakan Uni Eropa (UE) dalam waktu enam bulan jika negosiasi yang berprinsip dilakukan, kata juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) pada Sabtu.
Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan konsultasi Partai AK di Ankara, Omer Celik mengatakan "tidak membuka bab kebijakan adalah tanda kurangnya kepercayaan diri."
Turki mengajukan permohonan keanggotaan UE pada 1987, sementara pembicaraan aksesi dimulai pada tahun 2005.
Untuk mendapatkan keanggotaan UE, Turki harus berhasil menyelesaikan negosiasi pada 35 bab kebijakan yang melibatkan reformasi dan penerapan standar Eropa. Hingga Mei 2016, total 16 bab telah dibuka dan satu ditutup.
Pada Desember 2016, blok Eropa tersebut mengatakan tidak ada bab baru yang akan dibuka.
Namun, Ankara baru-baru ini meluncurkan inisiatif untuk memulai kembali proses negosiasi keanggotaan UE.
Berbicara tentang insiden jurnalis Saudi yang hilang, Celik mengatakan "kami sensitif tentang masalah ini."
"Keselamatan kehidupan seseorang tidak dapat diancam di Turki, apakah dia adalah warga negara Turki atau bukan," kata politisi itu menekankan, menggarisbawahi bahwa negaranya adalah "negara yang aman dan dapat diandalkan".
Polisi Turki telah meluncurkan penyelidikan pada Selasa.
"Tentu saja kami tidak akan menyalahkan siapa pun tanpa melihat gambaran lengkap," kata Celik, menambahkan bahwa jurnalis Jamal Khashoggi belum meninggalkan Konsulat Saudi di Istanbul sejak dia memasuki gedung pada 2 Oktober.
Dia menambahkan bahwa Turki akan mengungkapkan siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya kolumnis Washington Post.