Maria Elisa Hospita
02 Juli 2018•Update: 02 Juli 2018
Burcu Arik
ISTANBUL
Turki pada Minggu mengutuk serangan bom bunuh diri yang menargetkan kotak-kotak suara di utara provinsi Kirkuk, Irak.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, "Menurut laporan awal, satu orang tewas dan 21 luka-luka akibat pengeboman bunuh diri, hari ini, di sebuah gudang di Kirkuk, di mana kotak surat suara disimpan."
"Kami mengutuk keras serangan teroris ini. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai saudara-saudara kami di Irak yang nyawanya terenggut dan menyembuhkan mereka yang terluka. Kami menyampaikan bela sungkawa kami kepada keluarga yang ditinggalkan," tambah pernyataan itu.
Kementerian juga berharap agar pemerintah Irak terkait dapat menyelesaikan penyelidikan secara cepat dan transparan mengenai tuduhan kecurangan dalam pemilu dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memperketat keamanan di provinsi tersebut.
Serangan pada hari Minggu itu terjadi dua hari sebelum komisi pemilihan Irak memulai penghitungan ulang suara secara manual dari pemilihan parlemen 12 Mei, di mana koalisi Syiah pimpinan Syiah Muqtada al-Sadr memperoleh suara terbanyak.
Awal bulan ini, Parlemen Irak menyetujui amandemen undang-undang pemilu Irak, sehingga memungkinkan surat suara untuk dihitung secara manual, sebuah keputusan yang juga disetujui oleh Mahkamah Agung Federal.
Pemilihan parlemen telah diwarnai kontroversi dan tuduhan kecurangan, yang kemudian telah dibantah oleh koalisi yang unggul.