Rıskı Ramadhan
09 April 2018•Update: 09 April 2018
Baris Seckin
ANKARA
Turki pada Senin mengecam keras serangan Israel terhadap warga Palestina yang mengelar aksi demonstrasi untuk memperingati Hari Tanah sejak 30 Maret lalu.
Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan tertulis menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil sikap bersama terhadap Israel.
"Kami mengecam keras serangan-serangan Israel yang telah menewaskan 29 orang tak bersalah, termasuk wartawan Yaser Murtaja, dan melukai ribuan orang lainnya selama aksi demonstrasi damai yang dilakukan sejak 30 Maret 2018,” tulis pernyataan tersebut.
Melalui pernyataan tersebut, Turki juga mengucapkan belasungkawa kepada para korban serangan.
“Kami berharap masyarakat internasional mengambil sikap bersama terhadap Israel yang telah menginjak hukum internasional, mengabaikan peringatan dan bahkan tanpa ragu menargetkan jurnalis yang sedang bertugas dengan sikap agresifnya,” tambah pernyataan tersebut.
--"Land Day"
Warga Palestina mengadakan demonstrasi damai di perbatasan Jalur Gaza yang terblokade dan Israel untuk memperingati Hari Tanah ke-42 sejak 30 Maret.
Namun, tentara Israel menembaki penduduk sipil yang menuntut "untuk kembali ke tanah leluhur mereka dan pencabutan blokade ilegal terhadap Gaza yang telah diterapkan sejak 2006".
Menurut pernyataan terakhir dari Kementerian Kesehatan di Gaza, jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan tentara Israel selama aksi demonstrasi itu telah mencapai 32 orang.
Pada 30 Maret 1976, Israel merebut ribuan hektar tanah milik sejumlah warga Israel asal Palestina yang tinggal di wilayah Galilee di bagian utara negara itu.
Rakyat Palestina kemudian melakukan demonstrasi dan pemogokan umum untuk memprotes perebutan itu.
Polisi Israel menembaki warga Palestina yang mengikut aksi demonstrasi, enam orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.
Insiden yang dikenang sebagai "Hari Tanah" ini dianggap sebagai simbol perlawanan Palestina soal tanah, yang merupakan sumber konflik antara Israel dan Palestina.