Maria Elisa Hospita
24 Oktober 2018•Update: 24 Oktober 2018
Hatice Ozdemir Tosun
ANTALYA, Turki
Kelompok teroris Daesh berencana membangun pesawat di utara Suriah, di mana tentara Turki melancarkan operasi lintas batas atau Operasi Perisai Eufrat.
"Mereka sedang mencoba membangun sejumlah pesawat dan pabrik produsen bom di perbatasan," kata Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu.
Operasi Perisai Eufrat dimulai pada 24 Agustus 2016 dan berakhir pada Maret 2017.
Tujuan operasi itu adalah untuk menghilangkan ancaman teroris di sepanjang perbatasan di wilayah utara Suriah, termasuk Jarabulus, Al-Rai, Al-Bab, dan Azaz, dengan pengerahan Tentara Pembebasan Suriah yang didukung oleh artileri Turki.
Menurut Soylu, sejak 2011, 916 warga Uni Eropa telah ditangkap ketika mencoba menyeberangi perbatasan Turki untuk bergabung dengan Daesh.
Sebanyak 9394 warga UE bahkan masuk daftar orang asing yang dilarang untuk menyeberangi perbatasan Turki, demi mencegah mereka bergabung dengan kelompok teror.
Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 300 orang tewas akibat serangan yang diklaim Daesh di Turki. Mereka membombardir warga sipil dengan roket dan senjata api.
Soylu mengungkapkan bahwa beberapa gua yang diambil alih tentara Turki dari teroris PKK berada di ketinggian 3.000 meter, sementara sejumlah gua lainnya memiliki tiga lantai dengan kedalaman 100 meter.
Selama lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK - yang masuk daftar organisasi teroris oleh Turki, AS dan, Uni Eropa - telah bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.