Sarp Özer
15 November 2017•Update: 16 November 2017
Sarp Özer
ANKARA, Turki
Kementerian Luar Negeri Turki membuat sebuah pernyataan terkait kesepakatan PKK/PYD dan Daesh di Suriah, Selasa.
“Kerjasama tersebut adalah satu contoh baru dari fakta jika melibatkan organisasi teroris dalam memerangi satu organisasi teroris lain pada akhirnya akan mengakibatkan mereka bekerja sama dengan satu sama lain,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki tersebut.
Menurut pernyataan, banyak anggota Daesh yang dievakuasi keluar dari Raqqa, Suriah akibat kesepakatan organisasi teroris PKK/PYD dan Daesh tersebut, padahal sedang ada operasi pembersihan Daesh di Raqqa.
Dalam pernyataan itu juga disebutkan, tujuan PKK/PYD di Suriah bukan memerangi Daesh namun menduduki tanah dan mengubah struktur demografis wilayah tersebut.
Turki juga menyayangkan pernyataan Juru Bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Koalisi Internasional Melawan Daesh yang tidak mengingkari kesepakatan tersebut namun sebaliknya malah menghormatinya.
Ankara menganggap PKK/PYD adalah cabang dari organisasi teroris PKK di Suriah, PKK adalah organisasi teroris yang sudah lebih dari 30 tahun melancarkan perang melawan Turki.
Sudah Lebih dari 300 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri maupun serang bersenjata yang diklaim Daesh di Turki.
Pasukan Keamanan Turki telah lama terlibat dalam upaya menggagalkan serangan-serangan Daesh.
Penggunaan PKK/PYD oleh AS di Suriah telah sejak lama menjadi isu perdebatan bagi Turki, yang sudah sejak 33 tahun lalu diteror PKK.