Abdulselam Durdak
27 November 2021•Update: 30 November 2021
ISTANBUL
Perdagangan bilateral antara Turki dan Libya meningkat pesat sebesar 43 persen menjadi USD2,3 miliar dalam dua tahun terakhir berkat kesepakatan maritim yang ditandatangani oleh kedua belah pihak meski di tengah pandemi.
Murtaza Karanfil, kepala Dewan Bisnis Turki-Libya di Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Turki, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat bahwa volume perdagangan bilateral diperkirakan akan mencapai USD3 miliar untuk pertama kalinya pada akhir tahun ini.
Perjanjian yang didaftarkan oleh PBB bertujuan untuk melindungi hak dan kepentingan tidak hanya Turki tetapi juga Libya, tutur dia.
"Dukungan Turki memastikan kemerdekaan Libya dan perdamaian internal. Turki harus mementingkan hubungan dengan Libya demi melindungi hukum di Mediterania, Aegean dan Siprus," imbuh Karanfil.
Libya memiliki kepentingan strategis karena terletak pada jarak laut 3 hari dari Turki dan memiliki koneksi jalan ke 56 negara Afrika, sebut dia.
"Jarak laut yang pendek ke Eropa dan bahan bakar rendah, real estat, transportasi dan biaya sewa membuat Libya sangat penting bagi kami," tukas dia.