Maria Elisa Hospita
23 November 2018•Update: 23 November 2018
Tevfik Durul, Jeyhun Aliyev
ANKARA
Turki dan Uni Eropa bersama-sama menegaskan agar Iran harus tetap mendapatkan manfaat ekonomi setelah sanksi dicabut.
"Kami sepakat tentang pentingnya mempertahankan manfaat ekonomi yang didapatkan dari pencabutan sanksi setelah kesepakatan nuklir 2015," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan pejabat UE Federica Mogherini dan Johannes Hahn dalam sebuah pernyataan gabungan yang dirilis pada Kamis.
Iran menandatangani kesepakatan nuklir - yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPoA), pada Juli 2015 dengan negara-negara P5 + 1, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, Rusia, Uni Eropa, dan Jerman.
Berdasarkan kesepakatan itu, AS dan negara-negara lainnya sepakat mencabut beberapa sanksi ekonomi yang dikenakan ke Iran sebagai imbalan karena Iran setuju menangguhkan program nuklirnya.
Sejak itu, Iran telah menikmati investasi asing yang mengalir ke ekonomi domestiknya, kebebasan dalam transaksi keuangan internasional yang didominasi dolar, dan peningkatan produksi dan ekspor minyak.
Pada Mei, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik partisipasi negaranya dari pakta tersebut, dengan mengklaim bahwa Iran telah melanggarnya.
Sementara itu, semua mitra negosiasi AS telah sepakat bahwa mempertahankan kesepakatan adalah cara terbaik untuk mengendalikan program Iran. Banyak negara juga bertekad mempertahankan hubungan perdagangan dengan Iran.
Dalam pernyataan bersama, Turki dan Uni Eropa menyatakan keinginan mereka untuk meningkatkan kerja sama dalam memerangi terorisme.
Pernyataan itu juga menekankan kerja sama yang lebih besar dengan dialog tingkat tinggi di bidang ekonomi, energi, dan transportasi.
"Kami akan melanjutkan persiapan kami untuk pertemuan baru Dewan Kemitraan, Dialog Kontraterorisme, dialog kebijakan luar negeri tematis dan konsultasi Kebijakan Pertahanan dan Keamanan Bersama," kata pernyataan tersebut.
Mogherini dan Hahn berada di Ankara untuk menghadiri Dialog Politik Tingkat Tinggi Turki-Uni Eropa pada Kamis.