Umar Idris
18 April 2020•Update: 20 April 2020
Ali Cura
ASHGABAT, Turkmenistan
Turkmenistan menjadi tuan rumah sebuah forum media internasional pada hari Jumat untuk menandai 25 tahun negara itu berstatus Negara Netral Permanen.
Anadolu Agency Turki dan televisi publik Turki, TRT, serta otoritas media global berpartisipasi dalam konferensi yang digelar secara virtual.
Forum itu dimoderatori oleh Dovletmyrat Seyitmammedov, Direktur Departemen Informasi dan Analisis Kementerian Luar Negeri Turkmenistan.
Dalam forum itu dipresentasikan video tentang kebijakan netralitas Turkmenistan dari waktu ke waktu.
Sami Faltas, profesor di Universitas Groningen Belanda, menekankan Turkmenistan berhasil menerapkan kebijakan netralitas. "Turkmenistan berhasil menggabungkan netralitasnya dengan kebijakan luar negerinya untuk menjadi tetangga yang baik dan saling menghormati," kata Faltas.
Viktor Shadurskiy, Dekan Departemen Hubungan Internasional Universitas Negeri Belarusia, mengatakan: "Netralitas Turkmenistan sangat penting khususnya dalam konteks memperkuat dan memperluas hubungan persahabatan yang saling menguntungkan dan menguntungkan antara negara-negara di dunia."
Berik Ahmetov, rektor Universitas Kazakhstan Yessenov, menekankan negaranya mendukung kebijakan netralitas Turkmenistan dan menghormati jalur pembangunan yang dipilihnya secara independen.
Turkmenistan memperoleh status Negara Netral Permanen dengan keputusan Majelis Umum PBB pada 12 Desember 1995. Netralitas diterima sebagai salah satu prinsip terpenting Turkmenistan, dan kebijakan luar negerinya ditentukan atas dasar itu.
Karena alasan ini, Turkmenistan tidak berpartisipasi dalam aliansi keamanan dan militer, tidak mengizinkan pangkalan militer asing didirikan di wilayahnya atau digunakan oleh pasukan militer asing, dan menghindari kebijakan yang dianggap membahayakan status netralnya.