Maria Elisa Hospita
16 Oktober 2018•Update: 16 Oktober 2018
Serife Cetin, Ata Ufuk Seker
BRUSSEL
Uni Eropa resmi memperpanjang mandat misi penasihatnya di Irak hingga 17 April 2020.
UE juga menyetujui anggaran sebesar EUR64,8 juta (USD75 juta) untuk periode 18 Oktober 2018 - 17 April 2020.
"Misi ini berkontribusi pada pelaksanaan strategi komprehensif melawan terorisme dan kejahatan terorganisir pada tingkat strategis untuk manajemen perbatasan, kejahatan keuangan, pencucian uang, dan perdagangan ilegal warisan budaya," kata UE dalam sebuah pernyataan yang dirilis usai pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri di Luksemburg.
"Misi ini bekerja dalam koordinasi dengan aktor-aktor internasional utama yang beroperasi di Irak, termasuk misi NATO di Irak," tambah UE.
Misi yang dimulai pada 2017 itu "mendukung implementasi aspek warga sipil dari Program Keamanan Nasional Irak."
Markus Ritter dari Jerman yang dibantu 52 staf mengepalai misi yang berbasis di Baghdad itu.
Rezim baru tentang senjata kimia
Uni Eropa telah mengadopsi rezim baru untuk menangani penggunaan dan proliferasi senjata kimia.
UE kini dapat memberlakukan sanksi terhadap individu dan entitas yang terlibat dalam pengembangan dan penggunaan senjata kimia di mana saja, tanpa mengindahkan kewarganegaraan dan lokasi mereka.
Langkah-langkah tersebut menargetkan orang dan entitas yang secara langsung bertanggung jawab atas pengembangan dan penggunaan senjata kimia, serta mereka yang memberikan dukungan keuangan, teknis atau materi, dan mereka yang terafiliasi dengan mereka.
"Sanksi terdiri dari larangan perjalanan ke Uni Eropa dan pembekuan aset untuk individu, dan pembekuan aset untuk entitas," jelas Dewan Eropa lewat sebuah pernyataan.
UE, Singapura akan tandatangani kesepakatan perdagangan, investasi
Uni Eropa dan Singapura telah sepakat untuk menandatangani dua perjanjian mengenai perdagangan bebas dan perlindungan investasi.
"Uni Eropa dan Singapura akan menandatangani kedua perjanjian, beserta kesepakatan kerja sama, pada 19 Oktober, dalam pertemuan puncak Asia-Eropa (ASEM), di Brussel," kata blok tersebut.