05 November 2025•Update: 06 November 2025
ISTANBUL
Pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan bahwa perang antara Rusia dan Ukraina sebaiknya dihentikan melalui gencatan senjata di garis kontak saat ini, yang menjadi batas wilayah pertempuran kedua pihak.
Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Ukraina, Sergiy Kyslytsya, dalam wawancara dengan Anadolu, mengatakan bahwa posisi tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyerukan penghentian pertempuran di garis pertempuran yang ada dan melanjutkan negosiasi berdasarkan kondisi tersebut.
“Saya rasa posisi Presiden Trump dan Ukraina sama: perang harus dihentikan melalui gencatan senjata di garis kontak saat ini, dan semua negosiasi selanjutnya harus dimulai dari titik itu.
Setelah itu, kepemimpinan Ukraina dan Kremlin dapat membahas isu-isu teritorial lebih lanjut,” ujar Kyslytsya.
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan tawaran terbaik Ukraina untuk mencapai kesepakatan dengan Rusia, Kyslytsya menegaskan, “Kami telah banyak membuat konsesi. Saya kira bukan tugas pemerintah Ukraina untuk menyenangkan pemerintah Rusia.”
‘Sulit tapi Konstruktif’
Kyslytsya juga menanggapi laporan mengenai ketegangan dalam pertemuan terakhir antara Presiden Volodymyr Zelenskyy dan Donald Trump.
Ia menyebut pembicaraan tersebut “sulit tetapi konstruktif,” dan menilai bahwa sanksi baru AS terhadap Rusia setelah pertemuan itu menunjukkan dukungan yang tetap terhadap Kyiv.
“Pemerintah Rusia harus mulai bersikap serius dan terlibat dalam proses negosiasi dan perdamaian. Beberapa laporan media terlalu dilebih-lebihkan; percakapan kami memang sulit, bukan hanya dengan AS tetapi juga dengan banyak mitra lain. Namun, itu wajar mengingat kompleksitas konflik ini,” ujarnya.
Kesabaran AS Mulai Menipis
Kyslytsya mengatakan bahwa dukungan AS terhadap Ukraina akan terus berlanjut, menyebut Washington sebagai aktor kunci dalam upaya internasional untuk mengakhiri perang.
Ia juga menyinggung batalnya pertemuan yang semula direncanakan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu.
“Fakta bahwa pertemuan tersebut dibatalkan menunjukkan bahwa Washington mulai kehilangan kesabaran terhadap taktik manipulatif dan penundaan terus-menerus yang dilakukan Moskow, alih-alih serius mencari jalan untuk mengakhiri perang,” katanya.
Negosiasi Pertahanan dengan AS dan Peran Türkiye
Terkait kerja sama pertahanan dengan Washington, Kyslytsya menyebut pembicaraan mengenai pengadaan rudal jelajah Tomahawk dan sistem pertahanan udara Patriot berjalan realistis dan berada di jalur yang benar.
“Kami tidak hanya berbicara secara politik, tetapi juga dengan pemerintah dan produsen senjata. Ukraina sendiri semakin banyak memproduksi senjatanya. Meskipun prosesnya tidak secepat yang diharapkan, arahnya sudah tepat,” ujarnya.
Kyslytsya juga memuji peran Türkiye dalam upaya diplomasi antara Kyiv dan Moskow.
“Türkiye menjadi salah satu dari sedikit negara yang mampu mempertahankan jalur komunikasi terbuka dengan kedua pihak. Tahun ini saja Türkiye telah menjadi tuan rumah tiga pertemuan di Istanbul, dan kami sangat menghargai peran aktif Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dalam memfasilitasi pertemuan antara delegasi Ukraina dan Rusia,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan memainkan peran penting dalam proses perdamaian.
“Kontak antara Presiden Zelenskyy dan Presiden Erdogan berlangsung rutin dan penuh substansi. Kami tidak sekadar bertukar basa-basi, tetapi membahas hal-hal penting terkait penataan pascakonflik yang kami semua harapkan tercapai,” ujarnya.