Kanyshai Butun
17 April 2026•Update: 17 April 2026
Menteri Luar Negeri Ukraina Andii Sybiha memperingatkan bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan besar terhadap Ukraina dalam waktu dekat, dengan rencana melancarkan hingga tujuh serangan setiap bulan.
Berbicara dalam Forum Diplomasi Antalya di Turkiye, Jumat, Sybiha menyatakan Ukraina telah memiliki pengalaman tempur yang cukup untuk menghadapi ancaman tersebut.
Ia menegaskan bahwa Ukraina telah mengembangkan sistem pertahanan udara yang mampu memproduksi hingga 2.000 drone pencegat per hari dan mampu menembak jatuh hingga 90 persen drone serta rudal Rusia.
Menurut Sybiha, Kyiv juga telah mulai membagikan pengalaman dalam menghadapi drone kepada negara-negara di Timur Tengah, sehingga menjadi mitra keamanan yang “nyata” bagi kawasan tersebut.
Ia menambahkan Rusia berkepentingan memperpanjang konflik di Ukraina maupun di Timur Tengah untuk mendapatkan keuntungan dari sektor energi.
Terkait perkembangan politik di Eropa, Sybiha menyebut kemenangan partai oposisi Tisza dan pemimpinnya Peter Magyar dalam pemilu parlemen Hungaria sebagai “hadiah Paskah” bagi Ukraina.
Ia menilai hasil tersebut membuka peluang untuk mempercepat proses integrasi Ukraina ke Uni Eropa, termasuk membuka enam klaster negosiasi serta memperkuat paket sanksi ke-20 terhadap Rusia.
Sybiha juga menyatakan kesiapan Ukraina untuk membuka babak baru hubungan dengan pemerintah baru Hungaria, termasuk menjaga operasional pipa Druzhba yang sebelumnya rusak akibat serangan Rusia.
Dalam proses perdamaian, ia menegaskan Ukraina siap untuk gencatan senjata tanpa syarat dan menantikan kunjungan tim negosiasi dari Amerika Serikat.
Ia juga menilai Turkiye memainkan peran yang sangat penting dalam upaya perdamaian Ukraina.